Lebaran selalu identik dengan tradisi berkunjung. Ya, kita ramai-ramai mendatangi rumah sanak keluarga, kerabat, bahkan tetangga untuk saling bermaafan dan mengeratkan lagi ikatan persaudaraan. Nah, di tengah kemeriahan itu, kerap muncul pertanyaan kecil: mana sih yang bener, 'silaturahmi' atau 'silaturahim'?
Kalau buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, jawabannya jelas: silaturahmi. Di KBBI, kata itu diartikan sebagai tali persahabatan atau persaudaraan. Jadi, secara aturan bahasa Indonesia, itulah bentuk yang disahkan.
Dari Mana Asal Katanya?
Tapi ceritanya nggak berhenti di situ. Asal-usul kata ini, kalau dirunut, ternyata dari bahasa Arab. Menurut sejumlah ulasan, kata ini terbentuk dari dua bagian: 'shilat' dan 'al-rahim' atau 'al-rahmi'.
'Shilat' itu artinya menyambung atau menghubungkan. Sementara 'al-rahim' atau 'al-rahmi' punya akar kata yang sama, 'rahima'. Nah, dari sini bisa muncul dua makna berbeda: kasih sayang, atau rasa sakit di rahim usai melahirkan. Lumayan kompleks juga ya.
Kalau lihat dari banyak hadis, Rasulullah SAW lebih sering menggunakan kata "rahim". Misalnya, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Halalbihalal di Istana, Dihadiri Pejabat Negara dan Keluarga SBY
Pedagang Bakso di Jakarta Selatan Pilih Berjualan Saat Lebaran, Baru Mudik Usai Liburan
Cristiano Ronaldo Ucapkan Selamat Idul Fitri, Disambut Hangat Warganet
Presiden Prabowo dan Menteri PU Tinjau Huntara Korban Banjir Usai Salat Id di Aceh Tamiang