Kalau bicara soal Indiana Jones, pasti yang terbayang adalah petualangan gila-gilaan mencari kota yang hilang. Tokoh fiksi itu memang ikonik. Tapi tahukah kamu, di dunia nyata ternyata ada juga sosok seperti Indy? Ya, seorang arkeolog yang benar-benar berhasil menemukan kota yang sempat hilang dari peta.
Namanya Hiram Bingham. Menurut catatan Britannica, dialah orang di balik penemuan ilmiah Machu Picchu yang megah itu. Tahun 1911, Bingham memulai penelitian serius terhadap reruntuhan Inca kuno yang tersembunyi di balik punggung Pegunungan Andes, Peru. Tempatnya terpencil banget, susah dijangkau.
Bingham sendiri lahir di Honolulu, Hawaii, tepatnya 19 November 1875. Ayahnya seorang misionaris ternama di kawasan Pasifik. Sejak kecil, Hiram sudah diajari ayahnya untuk mendaki gunung. Keterampilan hidup yang satu ini, siapa sangka, malah jadi bekal berharga saat dia harus menelusuri jejak-jejak peradaban Inca bertahun-tahun kemudian.
Demi mendalami sejarah Amerika Latin yang diajarkannya, Bingham pun blusukan. Tahun 1906, dia menelusuri rute yang dulu ditempuh Simón Bolívar, dari Venezuela ke Kolombia. Dua tahun berselang, dia kembali menjelajah, kali ini lewat jalur perdagangan Spanyol kuno yang membentang dari Buenos Aires sampai Lima. Perjalanan-perjalanan ini seperti pemanasan sebelum penemuan besarnya.
Di sisi lain, karier akademisnya juga berjalan. Bingham menjadi bagian dari fakultas sejarah Universitas Yale dari 1909 hingga 1924. Nah, pada Juli 1911, dia memimpin sebuah ekspedisi besar dari Yale. Tujuan utamanya sebenarnya bukan Machu Picchu, melainkan mencari Vilcabamba sebuah kota benteng rahasia Inca yang jadi basis pemberontakan melawan Spanyol di abad ke-16. Kota yang hilang itu, begitu orang menyebutnya.
Ekspedisi itulah yang akhirnya membawanya ke puncak gunung dan menemukan sesuatu yang jauh melampaui imajinasi: Machu Picchu. Sebuah kota yang tersembunyi, terlupakan, namun masih berdiri dengan gagahnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Wajibkan Devisa Ekspor SDA Masuk ke Bank BUMN Mulai 1 Juni 2026
Obesitas Akibat Gaya Hidup Modern, Operasi Bariatrik Jadi Opsi Terapi Medis
Archworks X UPJ Ubah Stigma Arsitektur Elitis Lewat Festival Interaktif di Bintaro
Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Tekanan Akibat Faktor Global dan Musiman