Ia kemudian menambahkan, Iran siap memastikan jalur aman khusus bagi Jepang. Ini tentu jadi angin segar bagi Negeri Matahari Terbit.
Pasalnya, ketergantungan Jepang sangat tinggi. Sebagai importir minyak terbesar kelima di dunia, hampir 95% pasokannya berasal dari Timur Tengah. Dan dari jumlah itu, sekitar 70% harus melewati Selat Hormuz. Bayangkan, ekonomi terbesar keempat dunia itu sangat bergantung pada selat yang kerap memanas ini.
Di sisi lain, Araghchi juga memberi sinyal keras. Negara-negara yang menyerang Iran, ujarnya, akan menghadapi pembatasan. Sementara bagi pihak lain yang tak bermusuhan, bantuan justru ditawarkan. Sebuah strategi diplomatik yang cukup jelas, membedakan kawan dari lawan di tengah ketegangan.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Kaji Penguatan Marketplace Lokal untuk Hadapi Dominasi Asing
Wamen Bima Arya: Idulfitri Perekat Kebersamaan di Tengah Tantangan Global
KBBI Tegaskan Bentuk Baku Silaturahmi, Meski Asal Katanya dari Silaturahim
Psikolog Unesa Paparkan Kekuatan Memaafkan untuk Kesehatan Mental di Momen Idulfitri