KBBI Tegaskan Bentuk Baku Silaturahmi, Meski Asal Katanya dari Silaturahim

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:05 WIB
KBBI Tegaskan Bentuk Baku Silaturahmi, Meski Asal Katanya dari Silaturahim

Lebaran selalu identik dengan tradisi berkunjung. Ya, kita ramai-ramai mendatangi rumah sanak keluarga, kerabat, bahkan tetangga untuk saling bermaafan dan mengeratkan lagi ikatan persaudaraan. Nah, di tengah kemeriahan itu, kerap muncul pertanyaan kecil: mana sih yang bener, 'silaturahmi' atau 'silaturahim'?

Kalau buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, jawabannya jelas: silaturahmi. Di KBBI, kata itu diartikan sebagai tali persahabatan atau persaudaraan. Jadi, secara aturan bahasa Indonesia, itulah bentuk yang disahkan.

Dari Mana Asal Katanya?

Tapi ceritanya nggak berhenti di situ. Asal-usul kata ini, kalau dirunut, ternyata dari bahasa Arab. Menurut sejumlah ulasan, kata ini terbentuk dari dua bagian: 'shilat' dan 'al-rahim' atau 'al-rahmi'.

'Shilat' itu artinya menyambung atau menghubungkan. Sementara 'al-rahim' atau 'al-rahmi' punya akar kata yang sama, 'rahima'. Nah, dari sini bisa muncul dua makna berbeda: kasih sayang, atau rasa sakit di rahim usai melahirkan. Lumayan kompleks juga ya.

Kalau lihat dari banyak hadis, Rasulullah SAW lebih sering menggunakan kata "rahim". Misalnya, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar