Menurut Sigit, hasil ini tak lepas dari sinergi yang solid. Kepatuhan masyarakat saat berkendara digandengi dengan kerja keras petugas di lapangan. Dampaknya langsung terasa.
Di sisi lain, berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan Polri juga punya andil besar. Penerapan one way, contraflow, hingga penjagaan ekstra di titik-titik rawan, rupanya membuahkan hasil. Tak cuma soal keselamatan, kelancaran arus pun ikut membaik. Waktu tempuh perjalanan jadi lebih efisien.
Ambil contoh rute Jakarta menuju Jawa Tengah. Perjalanan yang biasanya memakan waktu rata-rata 6 jam lebih, kini bisa dipangkas sekitar 42 menit. "Jadi hanya sekitar 5 jam 21 menit saja," jelas Sigit sambil menyampaikan terima kasih pada seluruh jajarannya.
Namun begitu, situasi yang lancar ini tak boleh membuat semua pihak lengah. Puncak arus mudik memang sudah lewat, tercatat pada 18 Maret dengan lebih dari 270 ribu kendaraan. Tantangan sesungguhnya masih menunggu: arus balik.
Kapolri mengingatkan, puncak arus balik diprediksi bakal terjadi dalam dua gelombang. Masyarakat dan aparat harus bersiap menghadapi periode krusial pada 24-25 Maret dan kemudian 28-29 Maret 2026. Kesiapsiagaan tetap menjadi kunci agar keberhasilan di arus mudik bisa berlanjut hingga perjalanan pulang.
Artikel Terkait
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat
Gubernur Sultra Gelar Open House Lebaran, Biaya Ditanggung Pribadi
Dua Prajurit Marinir Tewas, Senjata Hilang dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat
Mobil Terbalik di Depan LP Cipinang, Tidak Ada Korban Jiwa