Seorang pedagang siomay memilih cara yang luar biasa untuk pulang kampung. Edi Rusidi, pria 50 tahun itu, nekat mudik dari Cilacap ke Pemalang dengan berjalan kaki. Yang membuatnya makin mencolok, ia mendorong gerobak dagangannya sepanjang perjalanan.
Menurut sejumlah saksi, perjalanan panjangnya sudah dimulai sejak Senin pagi, tepatnya pukul enam dari Sampang, Cilacap. Edi berharap bisa menginjakkan kaki di Desa Banyumudal, Pemalang, pada Jumat malam nanti. Bayangkan, empat hari empat malam di jalan.
Lantas, apa yang mendorongnya melakukan perjalanan ekstrem ini? Ternyata, ini bukan sekadar keisengan. Edi sedang menunaikan nazar.
"Dulu saya pernah kecelakaan parah. Kaki saya sampai dislokasi, nggak bisa jalan sama sekali," ujarnya.
Artikel Terkait
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka
Anggota DPR: Gelombang Mudik Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah Ratusan Triliun
Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba di Klub Eksklusif Kuningan, 5 Orang Ditangkap
Polisi Identifikasi Dua Tersangka Eksekutor Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS