Nah, dari sisi penawaran, kondisi juga terlihat cukup mendukung. Kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap memadai. Ini ditopang oleh rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga yang berada di level 27,4 persen. Pertumbuhan DPK sendiri juga masih tinggi, yakni 13,18 persen pada periode yang sama.
Minat bank untuk menyalurkan kredit secara umum juga masih baik. Hal ini tercermin dari persyaratan pemberian kredit yang relatif longgar. Namun begitu, ada pengecualian untuk dua segmen: kredit konsumsi dan UMKM. Untuk kedua segmen ini, bank cenderung lebih berhati-hati karena risiko kreditnya dinilai masih tinggi.
Lantas, apa langkah BI ke depan? Perry menyatakan bahwa bank sentral tak akan berpangku tangan.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan diintensifkan. Tujuannya jelas, untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong penyaluran kredit perbankan agar lebih optimal lagi.
Artikel Terkait
Arus Mudik H-4 Lebaran di Tol Cipali Naik 22%, Sistem Satu Arah Diterapkan
Pria Mabuk di Bogor Ancam Bunuh Mantan Istri dan Anak, Diamankan Polisi
Truk Sumbu Tiga Langgar Aturan Jadi Pemicu Utama Kemacetan Panjang di Gilimanuk
BPJS Kesehatan dan Bappenas Bahas Keberlanjutan Program JKN