Sejak pertempuran pecah pada akhir Februari lalu, setidaknya 13 prajurit AS telah tewas. Kematian mereka berasal dari serangan langsung Iran dan juga insiden-insiden lain di kawasan Timur Tengah yang disebut tidak terkait perang.
Menurut investigasi CBS News, enam dari korban tewas itu adalah akibat serangan drone Iran yang menghantam sebuah pangkalan militer di Kuwait dengan keras. Serangan itu meninggalkan luka yang dalam, secara harfiah maupun figuratif.
Kemudian, ada satu tentara AS yang terluka parah saat Pangkala Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi diserang awal Maret. Dari keterangan Pentagon, prajurit itu bertahan hampir seminggu sebelum akhirnya meninggal karena luka-lukanya.
Di sisi lain, enam nyawa lainnya hilang dalam sebuah insiden tragis di Irak pertengahan Maret. Sebuah pesawat militer jenis pengisian bahan bakar jatuh. CENTCOM dengan cepat menyatakan bahwa kecelakaan ini bukan akibat tembakan atau serangan Iran. Sampai sekarang, penyebab pasti jatuhnya pesawat itu masih diselidiki tim militer AS. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Artikel Terkait
Kapolri Resmikan Masjid dan Satgas Karhutla-Ojol Kamtibmas di Pekanbaru
Wamendagri Tinjau RSUD Yowari, Tegaskan Pelayanan Pasien Harus Jadi Prioritas
Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional 80 Juta Barel Antisipasi Gejolak Harga
Titiek Soeharto Desak Pemulihan Tesso Nilo sebagai Habitat Gajah, Soroti Relokasi yang Manusiawi