Sudah tiga minggu konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berlangsung. Korban di pihak AS terus berjatuhan. Tak sedikit personel militernya yang gugur, sementara angka yang terluka melonjak hingga sekitar dua ratus orang.
Iran sendiri tak tinggal diam. Sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel, mereka melancarkan gelombang serangan bertubi-tubi ke negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer Amerika.
Laporan terbaru dari Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, memberi gambaran lebih jelas tentang korban luka itu. Dari sekitar 200 tentara yang terluka, sebagian besar hanya mengalami cedera ringan. Bahkan, 180 di antaranya sudah dinyatakan fitur dan kembali bertugas.
Namun begitu, situasinya tak sepenuhnya mereda.
“Sebanyak 10 tentara AS lainnya mengalami cedera serius,” jelas pernyataan CENTCOM.
Artikel Terkait
Bayaran Tertinggi Bintang Hollywood Anjlok, Kekuatan Nama Besar Mulai Tergeser
Kapolri Resmikan Masjid dan Satgas Karhutla-Ojol Kamtibmas di Pekanbaru
Wamendagri Tinjau RSUD Yowari, Tegaskan Pelayanan Pasien Harus Jadi Prioritas
Jepang Lepas Cadangan Minyak Nasional 80 Juta Barel Antisipasi Gejolak Harga