Menjelang azan maghrib berkumandang, kegiatan belum usai. Semua orang kemudian berkumpul untuk mendengarkan tausiah tentang Nuzulul Qur'an yang disampaikan guru agama. Barulah setelah itu, buka puasa bersama dilaksanakan. Suasana kekeluargaan begitu kental, menyatukan siswa, guru, karyawan, dan pimpinan Sentra Darussa'adah.
Rizki Hawalaina, guru Bahasa Inggris yang bertindak sebagai ketua acara, punya maksud mendalam di balik kegiatan ini. Menurutnya, ini adalah media untuk menumbuhkan empati.
Katanya. Ia juga menambahkan, acara yang digelar pada Senin (16/3) itu sekaligus jadi momen untuk mempererat silaturahmi di lingkungan sekolah dan asrama.
Apresiasi serupa datang dari pimpinan. Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, berharap kegiatan semacam ini bisa jadi tradisi tahunan.
Harapnya. Sebuah sore di Aceh Besar itu pun berakhir dengan kenangan manis, jauh lebih berarti sekadar membagikan takjil.
Artikel Terkait
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Solu Bolon Warnai HUT Toba, Bupati Ajak Masyarakat Bernostalgia
Polda Riau Musnahkan Ratusan Rakit dan Ungkap Puluhan Kasus Tambang Emas Ilegal
Kapolri Tinjau Inovasi Green Policing dan Teknologi RADAR di Riau