Harapannya jelas. Keberadaan jembatan ini diharapkan bisa mengubah banyak hal. Bukan cuma memangkas jarak tempuh, tapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendongkrak perekonomian desa. Biaya logistik yang selama ini membebani warga, diharapkan bisa ditekan.
"Harapan kita apa yang menjadi perintah Bapak Presiden ini betul-betul bisa bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," tegas Kapolri.
Apresiasi pun datang dari anggota dewan. Titiek Soeharto yang hadir langsung menyebut langkah Polri ini sebagai bentuk kepekaan sosial yang patut diacungi jempol. Menurutnya, Polri menunjukkan komitmen di luar tugas pokoknya.
"Karena terpanggil untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di daerah supaya anak-anak bisa belajar dengan baik, sekolah dengan baik, makanya Kepolisian turun tangan," kata Titiek.
Di sisi lain, agenda ini juga dihadiri oleh jajaran petinggi Polri. Tampak mendampingi Kapolri, antara lain Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Kehadiran mereka mempertegas bahwa program ini menjadi prioritas utama institusi.
Kini, tinggal menunggu hasilnya. Apakah jembatan-jembatan ini benar-benar bisa menjadi penghubung harapan bagi anak-anak di pelosok Riau? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Solu Bolon Warnai HUT Toba, Bupati Ajak Masyarakat Bernostalgia
Polda Riau Musnahkan Ratusan Rakit dan Ungkap Puluhan Kasus Tambang Emas Ilegal
Kapolri Tinjau Inovasi Green Policing dan Teknologi RADAR di Riau