Konflik Tanah Ulayat di Manggarai Nyaris Picu Bentrok Antarwarga

- Senin, 16 Maret 2026 | 21:00 WIB
Konflik Tanah Ulayat di Manggarai Nyaris Picu Bentrok Antarwarga

Kepala Desa Bulan, Yuvensianus Hamat, menegaskan akar masalahnya. “Pemicunya karena masing-masing pihak merasa memiliki hak atas tanah itu,” ujarnya. Konflik ini memang berakar dari klaim kepemilikan yang sama-sama dikukuhkan oleh kedua kelompok adat tersebut.

Untuk sementara, aparat gabungan telah mendatangi rumah adat atau gendang masing-masing. Mereka juga meminta agar tidak ada aktivitas apa pun di lokas sengketa sampai persoalan diselesaikan. Rencananya, konflik agraria yang pelik ini akan dibawa ke tingkat Pemkab Manggarai. Tujuannya mencari solusi permanen, entah lewat musyawarah adat atau jalur hukum.

Di sisi lain, polisi mengaku lebih mengedepankan pendekatan dialog. Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra, menekankan soal pendekatan kemanusiaan dalam menangani konflik semacam ini.

Kini, situasi di Desa Bulan dilaporkan sudah kondusif. Meski begitu, pengawasan ketat masih terus dilakukan. Aparat tak ingin ada kejadian yang memicu kembali ketegangan yang nyaris meledak itu. Semua pihak kini menunggu proses mediasi yang diharapkan bisa membawa jalan keluar.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar