Suasana di Desa Bulan, Manggarai, sempat tegang bukan main Senin lalu. Dua kelompok masyarakat adat, Gendang Bung Leko dan Gendang Bung Kaca, nyaris bentrok. Mereka saling berhadapan, hanya terpisah dua tiga meter, dengan parang di tangan. Penyebabnya klasik tapi selalu berpotensi meledak: sengketa tanah ulayat.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari aktivitas warga di lahan yang jadi rebutan itu. Usai warga Gendang Bung Kaca pulang dari lokasi, kabar itu langsung memicu reaksi dari kubu Gendang Bung Leko. Mereka pun bergerak. Pertemuan di jalur utama desa itu yang kemudian memanas dengan cepat. Kedua kubu saling mengadang, bersiap untuk perang tanding.
Untungnya, aparat kepolisian bersama perangkat desa bergerak cepat. Mereka langsung turun ke lokasi untuk melerai.
“Kami meminta kedua kelompok untuk menahan diri dan kembali ke gendang masing-masing demi menjaga situasi tetap kondusif,” jelas Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah.
Upaya meredakan situasi ternyata melibatkan sebuah aksi yang cukup dramatis. Seorang anggota polisi bahkan dilaporkan berlutut di tengah jalan, memohon dengan sungguh-sungguh agar warga mengurungkan niat untuk bertindak kekerasan. Aksi itu rupanya cukup efektif meredam emosi massa yang sudah memuncak.
Artikel Terkait
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar
Polisi Ungkap Komplotan Perampok di Cileungsi, Hasil Curian Dibeli Vila dan Kebun
Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat 75% Saat Gelombang Mudik Lebaran