Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Astuti, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Tahun lalu, 2025, ada sekitar 6.000 suspek dengan 510 kasus positif.
Dua ribu kasus suspek itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Namun begitu, baru satu orang di Kota Tangerang yang dikonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus maksimal.
"Kenapa kita galakkan? Maret dapat 2.000, kita tak boleh kecolongan," pungkas Ati. Memang, campak tanpa komplikasi punya potensi kesembuhan besar. Tapi, begitu gejala muncul, penanganan harus segera diarahkan dengan tepat.
Artikel Terkait
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar
Polisi Ungkap Komplotan Perampok di Cileungsi, Hasil Curian Dibeli Vila dan Kebun
Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat 75% Saat Gelombang Mudik Lebaran