Angka kasus campak di Banten terus merangkak naik. Hanya dalam tiga bulan pertama 2026, sudah ada lebih dari dua ribu orang yang diduga terjangkit. Situasi ini pun membuat DPRD setempat angkat bicara.
Sekretaris Komisi V DPRD Banten, Rifky Hermiansyah, menyatakan pihaknya akan segera memanggil Dinas Kesehatan. Tujuannya jelas: mengecek kesiapan mereka di lapangan, terutama soal ketersediaan obat dan vaksin.
Politisi Gerindra itu menekankan, stok di puskesmas dan posko kesehatan sama sekali tak boleh kosong. Menurutnya, penanganan yang cepat sangat bergantung pada hal itu. "Kami tidak ingin Banten kecolongan hanya karena masalah distribusi obat yang terhambat atau koordinasi yang lemah," tambahnya.
Di sisi lain, langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Banten sendiri sudah lebih dulu menyoroti tren peningkatan ini. Mereka bahkan sudah menganggapnya mengarah pada status Kejadian Luar Biasa atau KLB.
Artikel Terkait
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar
Polisi Ungkap Komplotan Perampok di Cileungsi, Hasil Curian Dibeli Vila dan Kebun
Lalu Lintas Tol MBZ Meningkat 75% Saat Gelombang Mudik Lebaran