“Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” tegasnya.
Selain soal disiplin anggaran, Prabowo juga menyoroti kekuatan Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menurut dia, negeri ini lebih beruntung karena punya sumber daya alam melimpah, seperti sawit dan batu bara, yang harganya masih relatif terjangkau. Ini jadi modal penting untuk ketahanan nasional.
Tak cuma mengandalkan yang konvensional, pemerintah juga berupaya mengembangkan energi alternatif. Panas bumi, tenaga surya, tenaga air, sampai biofuel akan digarap serius.
“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar," katanya penuh keyakinan.
Jadi, intinya jelas. Disiplin fiskal dengan patokan defisit 3% PDB tetap dipegang teguh. Kecuali dunia kembali dilanda badai besar seperti pandemi dulu. Untuk sekarang, pemerintah memilih jalan hati-hati, sambil memanfaatkan kekuatan alam dalam negeri dan perlahan beralih ke energi hijau.
Artikel Terkait
Polisi Tegaskan Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Adalah Hoaks Buatan AI
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026
Tim Hukum Andrie Yunus Bentuk Investigasi Independen untuk Kasus Penyiraman Air Keras
Wamendagri: Musrenbang Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah