"Itu (sewanya mobil Defender) kalau tidak salah di sekitar Rp 160 juta per bulannya,"
tambahnya.
Namun begitu, Wali Kota Andi Harun sendiri tidak selalu menggunakan Defender. Ada pembagian penggunaan yang terlihat. Untuk kegiatan lapangan, seperti meninjau proyek atau lokasi yang medannya kurang bersahabat, barulah Land Rover dikeluarkan.
Sementara untuk aktivitas harian dalam kota, sang wali kota lebih sering memakai Toyota Camry. Mobil dinas itu sendiri merupakan unit peninggalan wali kota sebelumnya, Syaharie Jaang.
"Kalau kegiatan di lapangan biasanya menggunakan Defender, sedangkan untuk aktivitas di dalam kota beliau menggunakan Toyota Camry,"
kata Dilan merinci.
Kebijakan penyewaan mobil dengan anggaran sebesar itu tentu memantik pertanyaan. Di satu sisi, ada alasan untuk menjaga citra dan kenyamanan tamu VIP. Di sisi lain, angka Rp 160 juta per bulan yang terakumulasi dalam kontrak bertahun-tahun terasa sangat besar di mata publik. Perdebatan antara kebutuhan protokoler dan efisiensi anggaran daerah pun tak terelakkan.
Artikel Terkait
Ledakan Kapal LPG di Pelabuhan Selayar Tewaskan Dua Orang
Polisi Tetapkan Muhammad Syamsun Al Ghozi sebagai Buronan Kasus Pembunuhan Guru di Depok
Ombudsman RI Kooperatif Usai Digeledah Kejagung
MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs yang Minta Pengecualian Pasal KUHP dan UU ITE