Faktanya, volume kendaraan di arteri Pantura wilayah Kabupaten Cirebon sudah meningkat signifikan. Arus dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Timur terus bertambah setiap harinya, menandai fase awal menuju puncak mudik.
Di sisi lain, petugas tidak hanya berfokus pada pembatas jalan. Mereka juga siaga mengawasi pelanggaran yang sering terjadi di tengah kepadatan, seperti pengendara motor yang nekat melawan arus. Bagi yang kedapatan, teguran langsung diberikan. Mereka diminta memutar arah karena tindakan itu dinilai membahayakan keselamatan banyak orang.
Langkah antisipasi lain juga diambil. Sejumlah jalur penyeberangan atau crossing di sekitar pasar ditutup menggunakan material sederhana seperti bambu dan kayu. Ini untuk mencegah kendaraan keluar-masuk secara sembarangan, yang bisa memicu kemacetan lebih parah atau bahkan kecelakaan.
Semua upaya itu, meski terkesan kecil, diharapkan bisa membuat perjalanan mudik tahun ini sedikit lebih lancar dan aman.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
KPK Sita Uang Tunai Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR dalam OTT Bupati Rejang Lebong
Muhammad Abdul Ghani Resmi Gantikan Agus Sutomo sebagai Dirut PT Agrinas Palma Nusantara
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyegelan Air Keras ke Aktivis KontraS
Prabowo Tegaskan Batas Defisit Anggaran 3% PDB Tak Diubah Kecuali Darurat Besar