Puncak lalu lintas tampaknya terjadi pada H-7, tepatnya tanggal 14 Maret kemarin. Hari itu, operasional kapal mencapai 164 trip. Jumlah penumpangnya melonjak drastis jadi 72.735 orang naik lebih dari 52% dibanding hari yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan yang lebih tajam lagi terlihat pada arus kendaraan di H-7. Semua jenis kendaraan mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Kendaraan roda dua, misalnya, naik 30,3% menjadi 2.756 unit. Roda empat bahkan melesat 73,8% dengan realisasi 10.365 unit. Truk nyaris dua kali lipat, tepatnya naik 95%, sementara bus bertambah 17,6%.
“Total seluruh kendaraan yang menyeberang pada H-7 tercatat 17.067 unit,” papar Heru.
“Itu artinya terjadi kenaikan 65,7% dibanding realisasi periode sama tahun lalu.”
Jadi, meski jumlah penumpang secara keseluruhan sedikit berkurang, antusiasme mudik dengan kendaraan pribadi dan angkutan barang justru meningkat pesat. Tren ini sepertinya mengonfirmasi kebiasaan baru masyarakat pasca pandemi: lebih memilih mobilitas pribadi atau logistik yang cepat saat pulang kampung.
Artikel Terkait
Wamen Sosial Serahkan Santunan Rp 440 Juta untuk Korban Longsor Banjarnegara
Operasional Sembilan SPPG di Gresik Dihentikan Sementara Usai Temuan Pembagian Kelapa Utuh
Polda Sumsel Terapkan Pola Baru Arus Lalu Lintas di Tol Fungsional Palembang-Betung
Lalu Lintas Tol Cipali Tembus 24 Ribu Kendaraan, Macet Parah di KM 137