Di sisi lain, PBB angkat bicara. Mereka memperingatkan dampak besar dari pembatasan di selat itu terhadap upaya kemanusiaan, di saat perang masih berkecamuk.
“Bahan makanan, obat-obatan, pupuk, dan berbagai pasokan lainnya jadi lebih sulit diangkut. Harganya pun otomatis melambung,” tambahnya.
Perang ini sendiri berawal dari serangan Israel dan AS pada akhir Februari 2026. Serangan gabungan itu disebut-sebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk, lalu menutup Selat Hormuz. Sebelum kabar soal yuan ini beredar, Teheran sempat mengeluarkan syarat lain: kapal minyak boleh lewat jika negara asalnya mengusir duta besar AS dan Israel. Situasinya rumit, dan setiap hari bisa muncul aturan baru.
Artikel Terkait
Satbrimob Gagalkan Aksi Tawuran dan Balap Liar di Jabodetabek Saat Ramadan
Arus Mudik di Tol Cipali Meningkat 16,8%, Diskon 30% Berlaku
Formula 1 Batalkan Dua Grand Prix di Timur Tengah Imbas Ketegangan Keamanan
Iran Sumpahkan Akan Mengejar dan Menghabisi Netanyahu