Gagasan sekolah rakyat ternyata datang langsung dari Presiden Prabowo. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul. Intinya, sekolah ini dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga yang benar-benar kesulitan secara ekonomi. Yang menarik, tidak ada tes akademik apa pun untuk bisa masuk ke sini.
Dalam acara Inspirasi Bulan Suci yang dihelat detikcom, Gus Ipul bercerita panjang lebar.
Ia mengaku awalnya belum sepenuhnya paham. "Saya bayangkan waktu itu ini adalah sekolah-sekolah unggulan khusus keluarga-keluarga yang kurang mampu," lanjutnya. Ternyata, kata 'unggulan' yang dimaksud adalah pada fasilitas dan infrastrukturnya, bukan pada proses seleksi muridnya.
Prinsipnya sederhana: selama siswa itu berasal dari keluarga miskin atau bahkan miskin ekstrem, pintu sekolah rakyat terbuka lebar. Bahkan, soal usia pun terbilang fleksibel. Bisa saja ada anak umur 9 tahun yang baru masuk kelas 1. "Ya seperti itulah, tapi ya ini ada di sekitar kita," ujar Gus Ipul dengan nada penerimaan.
Di sisi lain, ia merasa senang bisa terlibat dalam program yang menjangkau kelompok yang kerap terabaikan ini. Banyak anak yang sebelumnya putus sekolah akhirnya punya kesempatan lagi. Menurut Gus Ipul, Presiden punya target yang jelas: satu sekolah rakyat permanen di setiap kabupaten dan kota.
Artikel Terkait
Iran Sumpahkan Akan Mengejar dan Menghabisi Netanyahu
Kombes Ardiyanto Dinonaktifkan Diduga Memeras Tersangka Narkoba Rp375 Juta
Menteri Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Stok Pangan dan BBM Nasional
BMKG Siapkan Layanan Prakiraan Cuaca Khusus Mudik Lebaran 2026