Jakarta tengah malam, tapi situasi di Lebanon selatan tak pernah benar-benar sunyi. Di tengah eskalasi serangan Israel yang kian menjadi, pemerintah Indonesia punya satu pesan tegas: keselamatan Kontingen Garuda di UNIFIL adalah yang utama.
“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL,” begitu bunyi keterangan resmi Kemlu RI yang dirilis Sabtu lalu. Pernyataan itu tak main-main. Intinya, keamanan personel perdamaian kita di lapangan adalah prioritas nomor satu dalam situasi genting seperti sekarang.
Meski ancaman keamanan meningkat, Indonesia justru mengapresiasi integritas dan dedikasi anak-anak bangsa di sana. Mereka tetap menjalankan mandatnya bersama UNIFIL untuk menjaga stabilitas di Lebanon selatan. Profesionalisme mereka dipertahankan di tengah situasi yang mencekam. Dan harapannya jelas: seluruh anggota kontingen diberikan perlindungan selama bertugas.
Namun begitu, keprihatinan Indonesia nyata. Ketegangan ternyata tak cuma berkutat di sepanjang “Blue Line”, garis demarkasi di selatan. Gelombangnya merambat hingga ke Beirut, ibu kota Lebanon. Ini situasi yang mengkhawatirkan.
Indonesia juga menegaskan poin penting. Berdasarkan hukum internasional, semua pihak wajib menjamin keselamatan personel dan aset PBB di mana pun, tak terkecuali di Lebanon. Pernyataan ini bukan tanpa alasan.
Artikel Terkait
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka dengan Syarat Khusus
Politisi DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Andrie Yunus
Polisi Megamendung Amankan 30 Botol Miras dalam Patroli Ramadan
Amri/Nita Akui Masalah Konsistensi Usai Gagal ke Final Swiss Open