Kecelakaan tunggal di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, ternyata membuka peti Pandora. Dari mobil Nissan X-Trail yang ringsek itu, polisi tak cuma menyita ratusan ribu butir ekstasi senilai fantastis, Rp 207 miliar. Mereka juga menemukan sesuatu yang tak terduga: sebuah lencana Polri palsu.
Lencana itu tergeletak di dashboard mobil. Menurut Wadirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Sunario, mobil tersebut baru enam bulan di tangan Muhammad Raffi (42), sang kurir yang jadi tersangka utama.
"Kemudian untuk lencana, lencana ini ada di dalam mobil. yang mana mobil ini dibeli enam bulan yang lalu oleh MR, dan lencana ini sudah ada di dalam dashboard mobil tersebut,"
Sunario menegaskan soal perbedaan mencolok antara lencana barang bukti dengan yang asli. Lencana Polri sungguhan punya ciri khusus dan terdaftar dengan jelas siapa pemiliknya. Yang palsu ini? Tidak ada jejaknya.
"Kalau kita lihat lencana itu kita teliti bahwa lencana yang ada di mobil sama lencana polisi, itu sangat berbeda. Lencana polisi, itu ada ciri-ciri khusus yang mungkin orang tidak mengetahui. Teregister dan tahu siapa pemiliknya, kalau ini (barbuk) sama sekali tidak ada,"
Lalu, dari mana asalnya? Raffi mengaku tidak tahu-menahu. Klaimnya, mobil itu dia beli pada Juni lalu, dan lencana itu sudah ada di dalamnya sejak saat itu. Dia seolah tak punya hubungan dengan benda tersebut.
Semua berawal dari sebuah insiden di tol Lampung, Kamis (20/11) dini hari. Mobil Raffi celaka. Dalam keadaan panik, pria itu kabur dari lokasi, bahkan sempat membuang tas berisi ekstasi untuk mengaburkan bukti.
Dia memilih turun ke jurang, menyusuri perkampungan, dan mencari jalan raya. Pelariannya berlanjut lewat darat, dengan satu persinggahan di sebuah apartemen di Kalideres, Jakarta Barat.
Namun begitu, pelariannya tak berlangsung lama. Tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen, bersama Satgas NIC pimpinan Kombes Zulkarnain Harahap dan Kombes Awaludin Amin, akhirnya menangkapnya di Jalan Raya Sangereng, Ranca Buaya, pada Minggu (23/11) dini hari. Babak baru pun dimulai.
Artikel Terkait
ASEAN Selesaikan Perundingan DEFA, Terbuka Peluang Interoperabilitas Data Kesehatan Lintas Negara
Kebakaran di Dekat Stasiun Tanah Abang Ganggu 5 Perjalanan KRL, Total Keterlambatan Capai 132 Menit
Rubio Sinyalkan Syarat Baru Negosiasi dengan Iran: Buka Selat Hormuz Dulu, Baru Bahas Nuklir
BNPP Soroti Pendangkalan Sungai dan Drainase Buruk Pemicu Banjir Berulang di Pidie Jaya