BNPP Soroti Pendangkalan Sungai dan Drainase Buruk Pemicu Banjir Berulang di Pidie Jaya

- Jumat, 05 Juni 2026 | 08:55 WIB
BNPP Soroti Pendangkalan Sungai dan Drainase Buruk Pemicu Banjir Berulang di Pidie Jaya

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komisaris Jenderal Polisi Makhruzi Rahman, turun langsung ke lapangan untuk meninjau penanganan pascabencana banjir yang melanda Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen di Kabupaten Pidie Jaya. Dalam kunjungan itu, ia menyoroti sejumlah persoalan serius yang masih membayangi wilayah terdampak, mulai dari pendangkalan sungai akibat timbunan lumpur, gunungan sampah dan limbah kayu, keterbatasan akses terhadap air bersih, hingga sistem drainase yang belum berfungsi optimal.

Kondisi tersebut, menurut Makhruzi, semakin diperparah oleh banjir susulan yang terjadi berulang kali. Ia mengungkapkan bahwa akses jalan di dalam desa masih tertimbun lumpur tebal, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan proses pemulihan.

“Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan,” ujar Makhruzi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

“Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah,” sambungnya.

Di sisi lain, jenderal bintang tiga itu menekankan perlunya penanganan jangka panjang melalui penguatan infrastruktur pengendali banjir. Menurutnya, bantaran sungai yang dangkal dan tanggul yang jebol menjadi akar penyebab banjir terus berulang. Ia mendorong sinergi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk membangun solusi permanen.

“Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, namun ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Makhruzi memaparkan sejumlah dukungan konkret yang telah diberikan BNPP di Kabupaten Pidie Jaya. Bantuan tersebut mencakup pembersihan jalan umum, pembukaan akses yang tertutup lumpur, serta pembersihan sampah dan limbah sisa banjir. Untuk mempercepat proses tersebut, BNPP mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck, serta melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja.

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian selaku Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Arahan itu bertujuan memastikan penanganan pascabencana di daerah terdampak berjalan secara terpadu, cepat, dan tepat sasaran.

Sebagai langkah tambahan, BNPP juga menyiapkan dukungan operasional ekskavator dan dump truck selama lima hari, serta mesin pemotong kayu untuk mempercepat pemulihan. Makhruzi menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta masyarakat guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar