Sapi yang ia rawat itu sebenarnya titipan. Tapi ia jalani dengan tanggung jawab penuh, sambil membantu keluarganya bertani. Pernah juga ia mencoba peruntungan di pabrik garmen. Sayangnya, tidak bertahan lama. Akhirnya, ia kembali lagi ke rumah.
Namun begitu, kesempatan di dapur MBG itu benar-benar membuka pintu baru. Penghasilan yang ia dapatkan stabil. Dan dari situlah, impian punya motor kembali terwujud. “Alhamdulillah bisa kredit motor buat kerja juga,” katanya dengan syukur. “Sebelumnya punya motor, tapi terjual untuk menutup utang.”
Motor itu bukan sekadar kendaraan. Bagi Ari, ia adalah simbol. Bukti nyata kerja kerasnya membuahkan hasil setelah mendapat kesempatan yang tepat.
Pengalaman pribadinya ini membuat Ari punya harapan. Ia berharap dapur-dapur SPPG di daerah lain bisa membuka peluang serupa. “Harapannya untuk SPPG semoga ke depannya berjalan lebih lama dan di setiap dapur bisa menerima disabilitas,” harapnya. “Agar lebih banyak disabilitas yang bisa bekerja juga.”
Ada satu harapan lain yang disimpannya. Jika suatu hari bertemu Presiden Prabowo Subianto, ia ingin menyampaikan doa. Doa agar sang pemimpin diberi kesehatan dan kekuatan.
“Semoga Pak Prabowo selalu memberikan hal-hal terbaik bagi warga Indonesia dan mencerdaskan anak-anak Indonesia,” tutup Ari.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Korlantas Tegaskan Larangan Truk Tronton dan Perketat Ramp Check di Operasi Ketupat 2026
M. Quraish Shihab: Hidup Sederhana adalah Seni Mengendalikan Diri dan Bersyukur
Indonesia Tegaskan Prioritas Utama: Keamanan Kontingen Garuda di Lebanon Selatan
KPK Tersendat Usut Korupsi Makanan Bayi dan Ibu Hamil Akibat Barang Bukti Hilang