Selain memantau lalu lintas, agenda hari itu juga diisi dengan penyerahan bantuan. Sebanyak 557 pengemudi transportasi tradisional di Cirebon mulai dari tukang becak, ojek, hingga angkutan lokal menerima kompensasi. Masing-masing mendapat Rp1,4 juta.
Bantuan ini bentuk dukungan bagi mereka yang terdampak pengaturan operasional selama mudik. Dudy mengapresiasi langkah Pemprov Jabar ini.
“Program ini sangat baik. Di satu sisi membantu menjaga kelancaran, di sisi lain memberi kesempatan pada para pengemudi untuk beristirahat sejenak selama puncak arus mudik,” jelasnya.
Usai dari Cirebon, rombongan bergerak ke Subang lewat jalur darat. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri Pantura sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Tujuannya, mengecek kesiapan infrastruktur dan mengidentifikasi titik-titik rawan macet di jalur non-tol yang banyak dipilih pemudik.
“Dengan turun langsung, kami bisa melihat kondisi riil di lapangan. Mulai dari rambu, fasilitas keselamatan, sampai titik mana saja yang berpotensi macet,” kata Dudy.
Pemantauan seperti ini, imbuhnya, penting untuk menyusun langkah antisipasi yang lebih matang. Agar perjalanan mudik nanti benar-benar aman, lancar, dan nyaman bagi semua.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Dua Kios Penjualan Obat Keras Ilegal di Jakarta Selatan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Sukabumi Dini Hari, Belum Ada Laporan Kerusakan
KPK Tetapkan Kerugian Negara Rp 622 Miliar dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Akademisi Kritik Rancangan Perpres Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme