Di sisi lain, dia juga mengingatkan peran para akademisi dan masyarakat sipil.
"Kepada teman-teman akademisi dan masyarakat sipil secara sadar, kita arahkan semua bentuk kritik semata-mata untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara," ucap Budi Arie.
Pesan intinya sederhana: ini negara kita semua. Tanggung jawab itu melekat, sekecil apapun kontribusi yang bisa diberikan. "Jadi saatnya kita terus meningkatkan kewaspadaan nasional tapi tetap optimis bahwa badai ini dapat kita lalui bersama," lanjutnya penuh keyakinan.
Sebagai organisasi, Projo sendiri menyatakan kesiapannya. Mereka ingin menjadi wadah yang menampung kritik-kritik membangun. Tujuannya jelas: untuk bersama-sama merumuskan solusi yang strategis dan praktis di tengah berbagai tantangan yang menghadang.
"Dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Kita juga siap menjadi wadah dari setiap kritik membangun untuk sama-sama melahirkan solusi strategis dan praktis," pungkas Budi Arie menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
18 Jamaah Umrah Indonesia Terkatung Usai Kebakaran Hotel di Makkah
Jusuf Kalla Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS dengan Air Keras
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Masuk Jawa Tengah via Tol Pemalang
King Kobra 4 Meter Dievakuasi Damkar dari Permukiman Warga di Bogor