Soal drone, rupanya ada dua jenis yang dipakai. Pertama, drone yang nyambung ke Command Center Mobile. Tugasnya memantau kondisi riil di jalan, terutama titik-titik yang 'buta' dari pantauan CCTV. Hasil gambarnya dianalisis petugas untuk bantu ambil keputusan mengatur arus.
"Tempat yang tidak terpantau CCTV akan kami awasi pakai drone mobile ini. Analisis datanya krusial untuk menentukan langkah berikutnya," papar Komjen Dedi.
Jenis kedua lebih spesifik lagi: drone yang terintegrasi dengan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Fungsinya jelas, untuk menindak pelanggaran dan memantau lalu lintas secara elektronik sepanjang masa mudik.
Dari pantauan udara tadi, tidak hanya Jakarta yang dipantau. Tim juga melihat kondisi sejumlah ruas tol utama. Mulai dari Cikampek, merambat ke Cirebon, hingga perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung, dan masuk ke exit Jawa Timur di Ngawi. Hasilnya sama: semuanya terpantau lancar.
Secara keseluruhan, nuansa pengawasan mudik Lebaran 2026 ini memang sarat teknologi. Tujuannya satu: memastikan perjalanan pulang kampung berjalan aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Jateng Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Jelang Mudik Lebaran 2026
Pembagian Zakat Rp 50 Ribu di Gresik Ricuh, Ibu-ibu Terpukul hingga Wajah Lebam
238 Ribu Tiket Kereta Ludes, KAI Tambah 150 Petugas Amankan Jalur Rawan Mudik
MA Tetapkan Google Kalah, Denda Rp 202,5 Miliar Berkekuatan Hukum Tetap