Hanukkah Berdarah di Bondi: Tembakan Bubarkan Sukacita, 11 Nyawa Melayang

- Senin, 15 Desember 2025 | 03:20 WIB
Hanukkah Berdarah di Bondi: Tembakan Bubarkan Sukacita, 11 Nyawa Melayang

Suasana perayaan Hanukkah yang seharusnya penuh sukacita, berubah jadi mimpi buruk di Pantai Bondi, Sydney. Minggu kemarin, tembakan membuyarkan ketenangan di kawasan ikonis itu. Akibatnya, 11 orang meninggal dunia. Tak kurang dari 29 korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi beragam.

Menurut laporan, dua pria bersenjata lah yang memicu kekacauan ini. Polisi dengan cepat menyebutnya sebagai aksi teroris yang menargetkan perayaan Yahudi. "Ini serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah," kata Perdana Menteri Anthony Albanese, suaranya terdengar berat. "Hari yang seharusnya untuk sukacita dan perayaan iman, justru dinodai oleh tindakan jahat, antisemitisme, dan terorisme yang menyentuh jantung kita semua."

Albanese tak ragu menyebut warga biasa yang berhasil menangkap dan melucuti salah satu pelaku sebagai pahlawan. Ia menegaskan, serangan terhadap satu kelompok masyarakat adalah serangan terhadap seluruh Australia.

Di sisi lain, situasi di lokasi sempat sangat mencekam. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerumunan orang berlarian panik. Dentuman tembakan dan sirene polisi bersahutan memenuhi udara. Polisi New South Wales langsung bergerak, menahan dua orang dan meminta warga menjauhi area Bondi. "Ini insiden yang masih berkembang," begitu peringatan mereka, sambil meminta orang yang sudah di sekitar untuk segera berlindung.

Operasi kepolisian pun berlangsung ketat. Mereka bahkan menemukan barang mencurigakan yang diduga perangkat peledak rakitan di sebuah kendaraan dekat pantai, yang dikaitkan dengan tersangka. Hingga kini, garis polisi masih dipasang dan masyarakat diminta patuh pada arahan petugas.

Dari dua pelaku, satu dilaporkan tewas. Sedangkan yang lainnya masih bertahan dalam kondisi kritis. Meski situasi perlahan terkendali, kesedihan dan trauma jelas masih menyelimuti Sydney. Pantai yang biasanya ramai dengan tawa, kini hanya meninggalkan kesunyian yang pilu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar