“Yang paling dirindukan pasti keluarga. Orang tua, saudara-saudara. Ibu saya juga sudah sering telepon nanya kapan pulang,” tuturnya dengan senyum.
Perasaannya? Campur aduk, sih. Ada senang, ada juga haru. Bayangkan saja, setelah sekian tahun merantau, akhirnya bisa merayakan Lebaran di rumah bersama orang-orang tercinta. Rasanya seperti mimpi yang akhirnya kesampaian.
“Senang sekali, campur haru juga. Rasanya seperti pulang setelah lama sekali merantau. Saya juga sudah tidak sabar ketemu orang tua,” ujarnya.
Begitu tiba di Medan, rencananya sederhana: berkumpul dengan keluarga besar dan menyambangi saudara-saudara untuk bersilaturahmi. Sebuah agenda yang sederhana, tapi penuh makna.
“Semoga perjalanan lancar sampai tujuan dan bisa menikmati waktu bersama keluarga lebih lama. Mudah-mudahan ke depan juga bisa lebih sering pulang,” imbuhnya, menutup percakapan dengan harapan yang mengambang di udara Stasiun Gambir.
Artikel Terkait
238 Ribu Tiket Kereta Ludes, KAI Tambah 150 Petugas Amankan Jalur Rawan Mudik
MA Tetapkan Google Kalah, Denda Rp 202,5 Miliar Berkekuatan Hukum Tetap
Satgas PRR: 110 Huntap Korban Bencana Sumatera Telah Rampung, Ribuan Unit Masih Dikerjakan
Polri Siapkan Skema Contraflow dan One Way di Tol Cikampek untuk Mudik 2026