JAKARTA, KOMPAS.TV – Di tengah situasi yang disebutnya sebagai bencana nasional, Presiden Prabowo Subianto punya pesan khusus untuk para menteri dan pejabat tinggi negara. Soal tradisi open house Lebaran, ia minta agar tidak dijalankan secara berlebihan.
Arahan ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) petang. Menurutnya, jajaran Kabinet Merah Putih harus memberi contoh kesederhanaan kepada masyarakat, apalagi dalam dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang.
"Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan," tegas Prabowo di hadapan para menteri dan kepala lembaga.
Ia melanjutkan, "Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat."
Intinya, pejabat negara diminta menunjukkan sikap yang bijak. Jangan sampai perayaan Idulfitri justru menimbulkan kesan glamor dan berlebihan, sementara sebagian rakyat masih berjuang.
Namun begitu, Presiden sama sekali tidak bermaksud melarang tradisi open house. Ia justru menilai kegiatan silaturahmi itu penting. Selain menjaga hubungan sosial, tradisi ini juga punya dampak positif bagi perekonomian.
Artikel Terkait
IIMS 2026 Cetak Transaksi Rp9,5 Triliun, Lampaui Target
Menteri Perdagangan Soroti Peran Swasta untuk Dongkrak Ekspor Jasa Indonesia
Mobil Tertabrak KRL di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Parungpanjang, Satu Orang Terluka
Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Tunaikan Zakat di BAZNAS Sebelum Sidang Kabinet