Tanggal 14 Maret ternyata menyimpan banyak catatan sejarah, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai penjuru dunia. Mulai dari kelahiran seorang jenius, peristiwa peperangan, hingga duka cita bangsa. Semuanya terangkum dalam satu hari yang sama.
Mari kita mundur jauh ke belakang. Di tahun 1780, ketika Perang Kemerdekaan Amerika masih berkecamuk, pasukan Spanyol berhasil merebut Fort Charlotte di Mobile, Alabama. Kemenangan ini strategis banget, karena pos tersebut adalah ancaman terakhir Inggris terhadap New Orleans yang dikuasai Spanyol.
Dua tahun kemudian, tepatnya 1782, Kaisar Ethiopia Tekle Giyorgis I berhasil menundukkan kelompok Oromo dalam sebuah pertempuran di Wuchale. Peristiwa ini memperkuat kekuasaannya di wilayah tersebut.
Lalu, ada sebuah penemuan yang mengubah industri. Pada 14 Maret 1794, Eli Whitney, seorang penemu asal Amerika, akhirnya mendapat paten untuk alat pemintal kapas atau cotton gin. Alat ini, meski kontroversial dampaknya, benar-benar merevolusi produksi tekstil di masanya.
Di tanah air kita sendiri, tanggal ini juga punya makna mendalam. Tahun 1862, dalam gelora Perang Banjar, Pangeran Antasari ditabalkan oleh para kepala suku Dayak. Ia diberi gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin, memimpin perlawanan secara agama dan politik melawan Belanda.
Dan siapa yang tidak kenal Albert Einstein? Ilmuwan legendaris itu ternyata lahir pada tanggal ini di tahun 1879. Kota kelahirannya adalah Ulm, Jerman, sebuah kota yang letaknya sekitar 100 kilometer di timur Stuttgart.
Bicara soal kebanggaan nasional, klub sepak bola Persib Bandung didirikan pada 14 Maret 1933. Berdirinya bukan cuma soal olahraga, lho. Saat itu, ini adalah bentuk perlawanan terhadap dominasi organisasi sepak bola bentukan pemerintah kolonial Belanda.
Memasuki era 1950-an, dalam panasnya Perang Korea, pasukan PBB berhasil menduduki kembali Seoul untuk kedua kalinya. Peristiwa pada 14 Maret 1951 itu adalah titik penting dalam konflik yang panjang tersebut.
Namun, tanggal ini juga membawa duka bagi Indonesia. Pada 14 Maret 1980, bangsa kita kehilangan salah satu putra terbaiknya: Mohammad Hatta atau yang akrab disapa Bung Hatta.
Wakil Presiden pertama Indonesia itu wafat dalam usia 77 tahun. Kepergiannya tentu saja menyisakan luka yang dalam. Bung Hatta bukan sekadar proklamator. Ia adalah bapak bangsa yang jasanya membangun fondasi ekonomi dan politik Indonesia masih terasa sampai sekarang.
Lompat ke tahun yang lebih baru, 2009, publik dikejutkan oleh peristiwa tragis di Bogor. Nasrudin Zulkarnaen, seorang pengusaha, ditembak di kawasan Puri Golf. Kondisinya kritis dan ia meninggal dunia sehari setelah kejadian.
Kasus penembakan ini kemudian berkembang rumit dan menyita perhatian. Nama Antasari Azhar, yang saat itu adalah mantan Ketua KPK, terseret dalam proses hukum yang panjang. Kasusnya menjadi sorotan media dan publik selama berbulan-bulan, menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan.
Jadi, itulah sekelumit peristiwa yang terpatri pada 14 Maret. Sebuah tanggal yang mencatat beragam kisah, dari kemenangan, kelahiran, hingga kepergian. Setiap tahunnya, tanggal ini mengingatkan kita pada jejak-jejak sejarah yang membentuk dunia seperti sekarang.
Artikel Terkait
Polisi Temukan Tas Berisi Rp 23 Juta dan Perhiasan di Rest Area Lampung, Dikembalikan Utuh ke Pemudik
Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, 52 Luka dan 3 Tewas
RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi, Seluruhnya Perempuan
Trump Tolak Proposal Iran soal Selat Hormuz karena Tak Bahas Program Nuklir