"Andrie Yunus orang baik. Kalau dia bukan orang baik, teman-teman tidak akan datang bersolidaritas sejak tengah malam kemarin," katanya.
Dimas menegaskan konsistensi Andrie dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia dan demokrasi. KontraS sendiri sudah berdiri hampir tiga dekade tepatnya 28 tahun tahun ini. Perjalanan panjang yang tak selalu mulus.
Dia lalu menarik napas panjang. "Tahun lalu kado KontraS adalah revisi Undang-Undang TNI." Lalu, dengan nada getir dia menambahkan, "Tahun ini serangan."
Kata-katanya itu menggantung di udara, meninggalkan kesan pilu sekaligus perlawanan. Sebuah organisasi yang seharusnya mendapat perlindungan, justru mendapat ‘kado’ pahit berupa kekerasan. Situasi ini, bagi siapa pun, jelas mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Enam Personel AS Tewas dalam Jatuhnya Pesawat Pengisi Bahan Bakar di Irak Barat
Polisi Gagalkan Persiapan Tawuran Sarung di Bogor, Sita Satu Motor
Gereja Santa Theresia Gelar Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim di Tanah Abang
21 Tempat Hiburan di Jakarta Ditegur karena Langgar Aturan Jam Operasi Ramadan