“Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini,” tegas Budi.
Sementara itu, respons dari organisasi korban pun datang. KontraS mendesak aparat untuk bertindak cepat. Mereka menilai serangan ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan bentuk intimidasi yang serius terhadap pembela HAM.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan kekhawatirannya.
“Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” kata Dimas dalam pernyataan tertulisnya.
Dia melanjutkan, Andrie diserang oleh orang tak dikenal. Imbasnya, selain luka di tangan dan kaki, penglihatan Andrie juga terganggu. Situasi ini jelas mengkhawatirkan dan menuntut penyelesaian yang transparan.
Artikel Terkait
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 380 Kiloliter Solar Industri di Perairan Surabaya
Cak Imin Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Kasus Tersangka Gus Yaqut
Trump Ancam Serang Lagi Pulau Kharg, Iran Klaim AS Gunakan Pangkalan di UEA
Polda Riau Gelar Lomba Lari Go Sprint Go Green untuk Pembinaan Generasi Muda