Operasi direncanakan bakal berjalan selama 13 hari penuh, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode itu, fokus utama kepolisian adalah menjaga ketertiban dan keamanan umum. Strateginya lebih mengedepankan pencegahan. Pendekatan humanis jadi prioritas, meski tindakan tegas tetap disiapkan sebagai opsi terakhir jika situasi memaksa.
Dukungan personelnya memang masif. Sebanyak 3.815 orang itu akan disebar di titik-titik strategis seluruh wilayah hukum Polda Riau. Kerja sama dengan TNI dan stakeholder lain juga ditegaskan untuk memperkuat pengamanan.
Nah, untuk memudahkan koordinasi sekaligus melayani pemudik, Polda Riau sudah mendirikan puluhan posko. Tercatat ada 34 Pos Pengamanan, 21 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat kendali. Semua dirancang agar arus informasi dan bantuan bisa cepat sampai.
Harapan Kapolda jelas: seluruh rangkaian kegiatan Ramadan dan Lebaran bisa berjalan mulus. Kehadiran personel di lapangan diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengantisipasi segala potensi gangguan.
"Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dapat kita amankan. Harapan kita situasi keamanan dan kelancaran dalam mudik dapat benar-benar terlaksana dengan baik," pungkas Herry Heryawan.
Artikel Terkait
TNI AD Turunkan Status Siaga dari Satu ke Tiga Jelang Idul Fitri
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang
Basarnas Cari Pelajar 14 Tahun Diduga Terseret Ombak di Pantai Carita
Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Ko Erwin di Pontianak