Sebenarnya, keinginan awal remaja kelahiran Bogor ini sederhana saja: masuk SMP biasa seperti teman-teman sebayanya. Tapi sang ayah punya pandangan lain. Sang ayah merasa, pendidikan pesantren akan memberikan sesuatu yang lebih mendalam.
Dan anjuran itu ternyata membawa dampak nyata. Di usianya yang sekarang, 19 tahun, Rakha mengakui perubahan besar dalam dirinya. Yang paling menonjol? Kedisiplinan.
Menurutnya, peran ustaz di sana lebih pada mengawasi kewajiban ibadah. Selebihnya, para santri dituntut mandiri. Mulai dari urusan cuci baju, hingga mengantri panjang untuk makan. Semua itu, pada akhirnya, mengajarkannya untuk menjaga diri sendiri.
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan Inpres Khusus untuk Selamatkan Gajah Sumatera dan Borneo
Pemerintah Galakkan Gerakan Nasional Bersih Pasar untuk Dongkrak Kunjungan
IDF Deteksi Rudal Iran Menuju Israel, Sistem Pertahanan Diaktifkan
Pegadaian Gelar Ngabuburit di Roblox Lagi, Ajak Anak Muda Maknai Ramadan