“70 sampai 80 persen dari 54,9 juta pengguna bandara memakai kendaraan pribadi, tentu akan menambah beban lalu lintas,”
tandas Pramono menjelaskan.
Bayangkan saja, jika kebiasaan ini terus berlanjut, kemacetan menuju bandara pasti makin parah. Di sinilah rute Transjabodetabek ini diharapkan bisa jadi alternatif. Pramono sendiri cukup optimis. Ia mencontohkan kesuksesan rute Blok M-Bogor yang sekarang bisa mengangkut lebih dari 7.000 penumpang per hari, jauh melampaui target awal.
Untuk melayani rute bandara, disiapkan 14 unit bus khusus. Desainnya sudah disesuaikan dengan kebutuhan penumpang pesawat, lho. Deknya rendah dan ada ruang bagasi khusus untuk koper. Bus-bus ini akan beroperasi dari pukul 05.00 sampai 22.00 WIB, dengan waktu tunggu sekitar 10 hingga 20 menit. Per hari, kapasitas angkutnya diperkirakan bisa mencapai 1.900 sampai 2.000 penumpang.
Rutenya sendiri cukup komprehensif. Dari Blok M, bus akan melintasi titik-titik strategis seperti Bundaran Senayan, FX Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, hingga kompleks DPR/MPR dan Stasiun Kereta Bandara. Tujuannya? Langsung masuk ke jantung terminal, yaitu berhenti di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta.
Pada akhirnya, harapannya cuma satu: layanan ini bisa jadi solusi transportasi publik yang nyaman dan terjangkau. Dengan begitu, ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi untuk ke bandara bisa sedikit terkurangi. Tinggal tunggu respons penumpang saja nanti.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Gubernur Banten Terbitkan Aturan WFH Tiga Hari Usai Lebaran 2026 bagi ASN
Presiden Iran Ajukan Tiga Syarat Keras untuk Kembali ke Meja Perundingan dengan AS
DPR Dorong Antisipasi Dini Mudik dan Stabilisasi Harga Sembako Jelang Lebaran 2026
Menteri Kehutanan Dipanggil Presiden Bahas Satgas Pendanaan Taman Nasional