Di sisi lain, sikap tegas ini punya nama dan wajahnya: Pedro Sanchez. Sang perdana menteri memang konsisten. Dia termasuk sedikit sekali pemimpin sayap kiri di Eropa yang berani menyatakan posisi jelas menentang serangan AS-Israel ke Iran.
Serangan itu, kata Sanchez, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Posisi Madrid sederhana: “tidak untuk perang”.
Konsistensi itu juga terlihat dari kebijakan domestik mereka. Ingat saja, pada Oktober lalu, parlemen Spanyol menyetujui undang-undang embargo senjata total terhadap Israel. Itu artinya, penjualan senjata, peralatan militer, sampai teknologi dwiguna secara permanen dilarang. Langkah itu diambil sebagai tanggapan langsung terhadap apa yang mereka sebut sebagai tindakan genosida di Gaza.
Jadi, penarikan duta besar ini bukan sekadar gestur simbolis belaka. Ini adalah puncak dari serangkaian kebijakan dan kecaman yang sudah lama digaungkan Madrid. Sebuah pernyataan politik yang keras, di tengah peta geopolitik Eropa yang seringkali terlihat ragu.
Artikel Terkait
Roy Suryo Tegaskan Pernyataan RHS di Video adalah Sikap Pribadi, Bukan Wakili Penulis Jokowis White Paper
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen