Astronom Temukan Jalan Pintas Baru: Bintang Tenang Ternyata Sinyal Eksoplanet

- Rabu, 11 Maret 2026 | 23:30 WIB
Astronom Temukan Jalan Pintas Baru: Bintang Tenang Ternyata Sinyal Eksoplanet

Perburuan planet di luar tata surya kita mungkin baru saja mendapat angin segar. Sebuah studi terbaru yang dirilis akhir Februari lalu mengungkap sebuah "jalan pintas" yang cukup menjanjikan. Intinya, para astronom kini punya cara lebih cerdas untuk mencari dunia asing: cukup dengan mengamati sinyal samar dalam cahaya sebuah bintang.

Selama ini, misi pencarian eksoplanet seringkali seperti mencari jarum di tumpukan jerami prosesnya acak dan butuh kesabaran. Nah, teknik baru ini berpotensi mengubah permainan. Caranya dengan memeriksa aktivitas magnetik bintang. Yang menarik, bintang yang tampak "tenang" atau kurang aktif secara magnetik justru sering kali menyimpan rahasia.

Menurut penelitian itu, ketenangan itu bisa jadi tipuan. Di baliknya, mungkin tersembunyi planet-planet yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya.

Lho, kok bisa? Ternyata, radiasi intens dari bintang tersebut mampu menghancurkan planet yang terlalu dekat. Proses kehancuran ini menghasilkan debu dan gas yang kemudian menyerap frekuensi cahaya tertentu. Penyerapan inilah yang membuat si bintang terlihat lebih kalem dari yang sebenarnya. Jadi, ketenangan itu adalah jejak, sebuah petunjuk visual bahwa ada sesuatu mungkin sebuah dunia yang sedang hancur mengelilinginya.

Dari Tragedi Kosmis Menjadi Petunjuk

Fenomena ini memang berawal dari nasib buruk sebuah planet. Bayangkan sebuah planet yang terkikis habis oleh panas dan radiasi bintangnya, meninggalkan ekor puing panjang layaknya komet raksasa. Puing-puing itu bisa bertahan selama jutaan tahun, menjadi "clutter" atau gangguan di sekitar bintang.

Contoh nyatanya adalah K2-22b, yang diamati Teleskop James Webb pada 2025. Nah, "gangguan" dari puing-puing inilah yang justru dimanfaatkan astronom sebagai penanda. Alih-alih mengacaukan data, ia justru membantu mempersempit target pencarian.

Untuk membuktikan hipotesis ini, Matthew Standing dari ESA memimpin sebuah tim internasional. Mereka mengamati 24 bintang yang dicurigai memiliki aktivitas magnetik rendah.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar