Dengan teleskop di European Space Observatory, Chile, setiap bintang diamati berulang kali selama dua minggu. Mereka mencari goyangan kecil pada cahaya bintang perubahan yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet yang tak terlihat. Metode ini dikenal sebagai teknik kecepatan radial.
Hasilnya? Cukup Mengejutkan
Studi yang dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society itu membuahkan hasil signifikan. Dari 14 bintang yang diamati, mereka mengonfirmasi keberadaan 24 eksoplanet. Tujuh di antaranya adalah temuan baru yang sebelumnya tak dikenal.
Yang lebih menggembirakan, tingkat keberhasilan metode ini disebut delapan hingga sepuluh kali lebih tinggi ketimbang survei konvensional. Ini benar-benar mengukuhkan bahwa bintang yang tampak "pendiam" adalah sasaran empuk untuk menemukan planet-planet yang hidup di ujung tanduk.
Tim peneliti lalu melangkah lebih jauh. Mereka memetakan potensi penemuan di sekitar lingkungan kosmik kita. Dari sekitar 16.000 bintang dalam radius 1.600 tahun cahaya, mereka mengidentifikasi 241 bintang dengan karakteristik serupa aktivitas magnetik yang rendah.
Dengan memproyeksikan hasil studi mereka, diperkirakan ada sekitar 300 planet baru yang masih mengintai, menunggu untuk ditemukan di sistem-sistem bintang tersebut. Memang, sebagian besar planet ini mungkin bukan tempat yang ramah terlalu panas dan terpapar radiasi ganas untuk mendukung kehidupan seperti kita. Namun begitu, setiap penemuan adalah sebuah potongan puzzle baru. Ia membantu kita memahami betapa beragam dan anehnya sistem planet di galaksi Bima Sakti ini.
Sumber: Live Science
Artikel Terkait
Gubernur Sumut: Huntap Korban Bencana Diresmikan Pekan Ini oleh Mendagri
Anggota DPR Peringatkan Dampak Ketegangan Timur Tengah terhadap Industri Manufaktur Indonesia
Spanyol Tarik Duta Besarnya dari Israel, Protes Serangan di Gaza dan Iran
Menpora Erick Thohir Murka, Sebut Pelecehan Seksual terhadap Atlet sebagai Perbuatan Keji