Menpora Erick Thohir Murka, Sebut Pelecehan Seksual terhadap Atlet sebagai Perbuatan Keji

- Kamis, 12 Maret 2026 | 02:15 WIB
Menpora Erick Thohir Murka, Sebut Pelecehan Seksual terhadap Atlet sebagai Perbuatan Keji

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, tak menyembunyikan kemarahannya. Menurutnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa atlet panjat tebing dan kickboxing adalah perbuatan yang keji. Hal semacam itu, tegasnya, tak punya tempat di dunia olahraga.

"Bayangkan saja," ujarnya dengan nada tinggi. "Atlet sudah berkorban banyak. Meninggalkan sekolah, keluarga, berlatih keras. Lalu malah dizalimi? Ini benar-benar hal yang jahanam."

Pernyataan itu disampaikan Thohir kepada awak media di sela perayaan HUT KOI ke-74, Rabu lalu.

Meski geram, Menpora mengaku pihaknya tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah sejak laporan pertama kali masuk dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Namun begitu, dia mengakui federasi telah lebih dulu memberi sanksi secara internal terhadap terduga pelaku.

Di sisi lain, pemerintah mendorong agar kasus-kasus ini tak berhenti di sini. Thohir menegaskan, proses hukum harus benar-benar dikejar. Tujuannya jelas: memberi kepastian dan keadilan, terutama bagi korban.

"Kami tentu mendukung penuh segala upaya untuk melindungi atlet," katanya.

Lebih jauh, dia menyoroti pentingnya mencegah terulangnya kejadian serupa. Untuk itu, dia mendesak semua federasi olahraga bersepakat memperkuat sistem perlindungan. Program Safeguarding yang dijalankan KOI, misalnya, bisa jadi salah satu pilar utamanya.

Thohir justru melihat secercah terang dari musibah ini: keberanian para atlet untuk bersuara. Baginya, ini adalah langkah awal yang krusial untuk sebuah pembenahan besar-besaran.

"Artinya, sistem pelatnas dan proses latihan di tiap cabang harus bersih total. Bersih dari pelecehan, bersih dari kekerasan," tegasnya.

Dia menduga, praktik buruk ini mungkin sudah berlangsung lama. Sayangnya, seringkali ditutup-tutupi hanya demi menjaga nama baik organisasi. Karena itulah, dia sangat mengapresiasi sikap terbuka Ketum FPTI, Yenny Wahid, yang tak ragu melaporkan kasus ini.

"Kita semua, Kemenpora dan seluruh federasi, harus memastikan sistem pembinaan atlet berjalan clean and clear," pungkasnya menekankan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar