Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah lagi-lagi memicu kekhawatiran. Kali ini, gesekan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat diamati bakal punya efek domino yang jauh. Gandung Pardiman, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, secara khusus menyoroti ancaman terhadap perekonomian global, terutama dari sisi energi dan logistik.
Menurutnya, situasi ini bukan perkara sepele. "Hal ini tak main-main jika eskalasinya terus meningkat," tegas Gandung dalam pernyataannya, Rabu (11/3/2026).
Dia khawatir volatilitas harga energi global bakal meroket. Gangguan pada jalur perdagangan internasional juga sangat mungkin terjadi. Ujung-ujungnya, biaya logistik dan bahan baku industri bisa melambung tinggi.
Nah, dampaknya buat Indonesia? Bisa langsung terasa. Gandung menegaskan bahwa kondisi semacam ini pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur kita. Industri dalam negeri bakal ikut menanggung beban.
Fokus perhatiannya tertuju pada satu titik rawan: Selat Hormuz. Jalur sempit itu adalah urat nadi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan global melintas di sana. Bayangkan saja, gangguan sekecil apa pun di kawasan itu berpotensi memicu goncangan besar pada harga energi internasional.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya: Depresiasi Rupiah 0,3% Lebih Baik Dibanding Mata Uang Negara Tetangga
Pensiunan JICT Tewas Dibegal di Bekasi, Pelaku Pilih Rumah Terbesar untuk Digasak
Anggota DPR Soroti Program Makan Bergizi Gratis untuk Cetak Generasi Sehat
Ledakan di Rumah Suryodiningratan Jogja Lukai Tiga Orang, Termasuk Balita