Komandan angkatan laut mereka, Alireza Tangsiri, bahkan menegaskan aturan baru dengan nada keras di media sosial.
“Setiap kapal yang bermaksud untuk lewat harus mendapatkan izin dari Iran,” tulisnya di platform X.
Di sisi lain, otoritas Thailand akhirnya buka suara. Kementerian Transportasinya mengonfirmasi, 20 awak kapal Mayuree Naree berhasil selamat. Namun, nasib tiga orang lainnya masih gelap. Mereka hilang setelah ledakan hebat menghantam buritan kapal dan memicu kebakaran di ruang mesin tempat ketiganya sedang bertugas.
Kabar baiknya, para awak yang selamat itu berhasil dievakuasi dengan sekoci dan kemudian diselamatkan oleh angkatan laut Oman. Tapi insiden ini jelas memperkeruh keadaan. Dengan AS yang bersiap menyerang dan Iran yang bersikukuh mengontrol selat vital itu, ketegangan di perairan itu sepertinya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Rekam Jejak Korupsi PT SMS di Kasus Suap Rejang Lebong
Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Korban Bencana Sumatera
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang