Suasana makin tegang di Selat Hormuz. Amerika Serikat, lewat pernyataan resmi komando militernya, mengindikasikan bakal ada serangan baru di wilayah Iran. Mereka bahkan sudah memperingatkan warga sipil, khususnya yang bekerja di pelabuhan sepanjang selat itu, untuk menjauh dari fasilitas militer Iran.
“Para pekerja pelabuhan Iran, personel administrasi, dan awak kapal komersial harus menghindari kapal angkatan laut Iran dan peralatan militer,” begitu bunyi pernyataan United States Central Command (CENTCOM) yang dilaporkan Al Jazeera, Rabu lalu.
Peringatan itu bukan tanpa sebab. Menurut sejumlah saksi, situasi di sana memang sudah seperti bubuk mesiu. Garda Revolusi Iran sudah menutup total Selat Hormuz, menyusul konflik dengan AS dan Israel. Kapal-kapal perang mereka berjaga ketat, siap mencegah lalu lintas kapal apa pun yang coba melintas tanpa izin.
Dan baru-baru ini, ancaman itu benar-benar terjadi. Garda Revolusi melancarkan serangan ke dua kapal yang melintas. Salah satu korbannya adalah kapal barang asal Thailand.
“Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, terkena proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC,” klaim pihak Garda Revolusi lewat kantor berita ISNA.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Rekam Jejak Korupsi PT SMS di Kasus Suap Rejang Lebong
Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Korban Bencana Sumatera
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang