Nah, untuk menjawab ini, KemenPPPA punya program bernama Ruang Bersama Indonesia yang berbasis desa. Intinya, mereka ingin memperkuat peran keluarga dan komunitas sekitar dalam mendampingi anak. Program ini juga diharapkan bisa menghidupkan lagi aktivitas lokal yang sarat kearifan.
“Lewat ruang bersama di desa, kami ingin ciptakan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak. Sekaligus mendorong mereka agar aktif bermain dan berinteraksi secara langsung, bukan lewat layar,” kata Arifatul menjelaskan.
Ia menambahkan satu poin penting. Ternyata, permainan tradisional juga bisa jadi media menanamkan nilai-nilai Pancasila. Bagaimana caranya? Ya, lewat ajaran kerja sama, toleransi, dan saling menghargai yang terjadi secara alami saat anak-anak bermain.
“Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama. Latar belakang mereka berbeda-beda, tapi itu tidak jadi masalah. Mereka bermain bersama, berinteraksi, dan membangun persahabatan. Nilai-nilai seperti inilah yang akan memperkuat karakter mereka sejak dini,” jelasnya.
Harapannya jelas. Pendekatan yang mengangkat budaya lokal ini bisa efektif mengurangi kecanduan anak pada gawai. Di sisi lain, interaksi sosial di tengah masyarakat juga ikut menguat. Sebuah langkah sederhana, tapi mungkin dampaknya akan terasa jauh.
Artikel Terkait
KAI Commeter Siapkan 1.149 Perjalanan Kereta Hadapi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
KPK Sangkakan Bupati Rejang Lebong Terima Suap Rp980 Juta untuk Proyek PUPR
DPR dan Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Konflik Timur Tengah
Selebgram dan DJ Medan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba