Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan peran serta masyarakat. Ia menghimbau warga untuk berbelanja secara bijak, tidak panic buying. Sebab, tindakan borong berlebihan justru bisa memicu kelangkaan dan mendongkrak harga.
Acara ini ternyata tak hanya soal pangan. Ada program baru yang diluncurkan: BISMUDIK. Singkatnya, ini adalah layanan armada mudik gratis bagi warga Semarang. Pemkot menyediakan tujuh bus untuk membantu perjalanan pulang kampung yang nyaman dan aman.
"BISMUDIK ini adalah sebagian dari upaya pemerintah Kota Semarang untuk bisa membantu para pemudik agar mereka merasa nyaman dan sejahtera dalam menghadapi Lebaran nanti," tutur Agustina.
Upaya Pemkot ini mendapat apresiasi dari Bank Indonesia. Kepala Perwakilan BI Jateng, Mohamad Noor Nugroho, menyoroti betapa krusialnya pengendalian harga di Semarang. Pasalnya, andil inflasi kota ini terhadap inflasi Jateng mencapai angka yang signifikan, yakni 32,76%. Stabilitas di Semarang berarti stabilitas untuk regional.
"Kami sangat mengapresiasi upaya Ibu Wali Kota dan TPID dalam menjaga stabilitas ini," kata Noor.
Ia menutup dengan pesan kepada masyarakat, "Kepada masyarakat tidak perlu panik karena pasokan pangan dalam kondisi yang cukup. Perilaku belanja yang tenang dan rasional akan sangat membantu kami dalam menjaga stabilitas harga sehingga Ramadan dan Idul Fitri dapat dijalankan dengan penuh ketenangan."
Artikel Terkait
Pria Tewas Tertabrak Kereta Ekspres Bandara di Perlintasan Green Garden
Astronom Temukan Jalan Pintas Baru: Bintang Tenang Ternyata Sinyal Eksoplanet
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI
AS Peringatkan Warga Sipil, Iran Serang Kapal Dagang di Selat Hormuz yang Ditutup Total