Lalu, apa yang harus dilakukan?
Langkah-Langkah Konkret yang Diusulkan
Hakam Naja mengusulkan empat langkah darurat. Pertama, efisiensi anggaran. Belanja negara harus dipangkas dan difokuskan pada hal-hal mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Kedua, akselerasi energi terbarukan. Ketergantungan pada minyak impor harus dikurangi dengan mempercepat pengembangan PLTS, PLTA, dan PLTB.
Ketiga, memberi stimulus dan memangkas birokrasi yang menghambat dunia usaha. Keempat, mengevaluasi perjanjian dagang, khususnya RI-AS.
"Jika mau dilakukan perjanjian baru RI-AS mesti dimulai dari nol lagi," tegas Hakam. "Posisi RI juga mesti berbeda dengan tim negosiasi baru yang lebih tangguh... juga tidak bisa didikte oleh tim nego AS."
Optimisme dan Kemandirian
Di tengah semua kekhawatiran ini, Prabowo mencoba menanamkan optimisme. Ia yakin Indonesia punya "benteng" yang cukup kuat, terutama di sektor pangan.
“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” ujarnya.
Kuncinya, menurutnya, adalah kemandirian. Ia ingin Indonesia lepas dari ketergantungan impor BBM dengan mengolah sumber daya alam seperti kelapa sawit, singkong, dan tebu menjadi energi alternatif. Target swasembada beras dan protein juga dikebut.
“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka setiap hari. Kita menemukan kekayaan-kekayaan baru,” kata Prabowo.
“Kita mungkin akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu, tetapi perkiraan saya kita akan keluar dari keadaan krisis ini dengan lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari.”
Peringatan telah disampaikan. Langkah-langkah darurat telah diusulkan. Kini, semua mata tertuju pada eksekusi kebijakan di tengah pusaran krisis yang datang dari jauh itu.
Artikel Terkait
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI
AS Peringatkan Warga Sipil, Iran Serang Kapal Dagang di Selat Hormuz yang Ditutup Total
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz