IBL 2026 Bakar Jaringan: Semifinal dan Final Diperpanjang Jadi Best of Five

- Selasa, 06 Januari 2026 | 23:20 WIB
IBL 2026 Bakar Jaringan: Semifinal dan Final Diperpanjang Jadi Best of Five

IBL 2026 Siap Hadirkan Musim Paling Sengit, Format Playoff Diubah

Musim baru Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2026 diyakini bakal jauh lebih seru. Bukan cuma soal persaingan di lapangan yang makin ketat, tapi juga pengalaman buat para penonton yang dijanjikan akan lebih menarik.

Laga pembuka nanti, Sabtu 10 Januari 2026, langsung sajikan duel panas. Juara bertahan Dewa United Banten akan menjamu Pelita Jaya Jakarta di kandang mereka sendiri, Dewa United Arena. Pertarungan kelas berat di hari pertama itu kayaknya bakal jadi penanda dimulainya sebuah musim yang penuh gebrakan.

Junas Miradiarsyah, sang Direktur Utama IBL, bicara soal perkembangan liga. Menurutnya, terobosan sistem home and away yang dijalankan tiga tahun belakangan ini membawa angin segar.

“Improvement, dari tiga tahun terakhir sejak kami menerapkan sistem home and away, banyak hal positif yang kami lihat. Bukan hanya sebagai liga, tapi juga klub sudah punya fanbase sendiri, homebase sendiri, dan pemain merasakan atmosfer yang berbeda,” jelas Junas dalam acara launching IBL di Jakarta, Selasa kemarin.
“Kornatisme fans sudah mulai terbentuk. Ini perjalanan yang harus konsisten dibangun dan dikembangkan," tambahnya.

Nah, soal gebrakan, perubahan paling mencolok ada di format playoff. IBL 2026 memutuskan untuk mengubah babak semifinal dan final menjadi format best of five. Jauh berbeda dari musim lalu yang cuma best of three. Artinya, kita bisa menyaksikan lebih banyak pertandingan penuh tekanan dan drama.

Junas punya alasan kuat di balik keputusan ini. Data tiga tahun terakhir jadi acuannya.

“Tujuannya menambah jumlah game yang berkualitas. Dari data tiga tahun terakhir, semifinal dan final rata-rata selalu menyentuh game ketiga. Artinya, kualitas pertandingannya memang layak untuk ditambah,” paparnya.

Di sisi lain, ini bukan cuma strategi buat meningkatkan kompetisi semata. Aspek hiburan dan ekonomi juga jadi pertimbangan. Junas menuturkan, antusiasme penonton yang selalu membludak adalah modal berharga.

“Penontonnya selalu penuh. Ini bagus untuk klub karena pendapatan tiketnya baik. Dengan jumlah game yang ditambah, kami berharap dampaknya juga semakin positif untuk tim,” tuturnya.

Dengan segala persiapan dan format baru ini, IBL 2026 berpotensi jadi musim terpanas sejauh ini. Para penggemar bola basket tanah air sepertinya bisa bersiap-siap untuk disuguhi sajian yang lebih panjang, lebih intens, dan pastinya, lebih menghibur.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar