Nah, yang cukup mengesankan adalah jumlah tenaga yang disiapkan. Dinkes mengerahkan sekitar 3.000 tenaga kesehatan untuk mendukung operasi ini. Mereka terdiri dari 188 dokter, 928 perawat, 736 bidan, ditambah lebih dari seribu tenaga kesehatan pendukung lainnya.
“Dukungan pelayanan kesehatan juga melibatkan 60 puskesmas, 13 rumah sakit, serta 85 klinik pratama, dan 25 klinik utama, di Kabupaten Cirebon yang siap membantu penanganan jika terjadi kondisi darurat kesehatan selama masa mudik Lebaran,”
tambah Eni.
Kerjanya pun nggak main-main. Para tenaga ini akan dibagi dalam tiga shift pagi, siang, malam supaya layanan bisa berjalan nonstop 24 jam. Persiapan yang terbilang matang ini diharapkan bisa menjadi pengaman ekstra di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung. Soalnya, arus mudik bukan cuma soal kemacetan, tapi juga risiko kesehatan yang bisa muncul kapan saja.
Artikel Terkait
Polri dan Jurnalis Bagikan 100 Paket Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Jakarta Barat
Iran Balas Serangan AS, Kapal Kargo Diserang di Selat Hormuz
F-PKB MPR Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim
Ketua Umum ISKI Baru: Komunikasi Krusial Jaga Kedaulatan di Era Banjir Disinformasi