MURIANETWORK.COM – Situasi di Iran makin memanas. Tak main-main, pemerintah India kini mendesak warganya yang ada di sana untuk segera pergi. Desakan ini muncul menyusul eskalasi kekerasan di dalam negeri Iran, ditambah ancaman intervensi militer yang mungkin dilakukan Amerika Serikat.
Jumlahnya tidak sedikit. Data Kementerian Luar Negeri India mencatat ada lebih dari 10.765 warga mereka di Iran. Mereka tersebar sebagai mahasiswa, peziarah, pelaku usaha, dan juga turis biasa.
Kedutaan Besar India di Teheran sendiri menyoroti kondisi keamanan yang dinamis dan berpotensi memburuk.
“Mengingat situasi yang terus berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan wisatawan) disarankan untuk meninggalkan negara itu dengan cara transportasi apa pun,”
Demikian pernyataan resmi kedutaan pada Rabu lalu, seperti dilaporkan media internasional, Kamis (15/1/2026).
Nah, bagi mereka yang belum bisa langsung berangkat, imbauannya jelas: batasi pergerakan. Jauhi tempat-tempat ramai atau yang dianggap sensitif. Yang tak kalah penting, jaga komunikasi rutin dengan kedutaan untuk update informasi dan bantuan jika diperlukan.
Pemerintah juga mengingatkan soal dokumen. Pastikan paspor dan kartu identitas lainnya disimpan dengan aman, tapi tetap mudah diambil. Sebenarnya, imbauan serupa sudah lebih dulu keluar pada 5 Januari lalu, dimana India meminta warganya menunda dulu rencana perjalanan non-esensial ke Iran.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan tampaknya makin meruncing. Gedung Putih disebut-sebut telah memperingatkan sekutu-sekutu AS di Teluk untuk bersiap. Persiapan ini terkait kemungkinan aksi militer Washington terhadap Iran.
Namun begitu, para pemimpin negara Teluk justru punya kekhawatiran lain. Mereka cemas perubahan rezim malah bisa menguatkan kelompok garis keras seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), atau malah memicu kekacauan yang lebih luas di tingkat nasional.
Iran sendiri tak tinggal diam. Mereka telah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk “mengutuk tanpa syarat” segala ancaman penggunaan kekuatan dari Washington. Teheran dengan tegas menuding Washington dan Israel sebagai biang kerok di balik meningkatnya ketegangan dan kerusuhan dalam negeri mereka.
Suasana memang mencekam. Dan bagi ribuan warga India di sana, pesannya kini cuma satu: segera pulang.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April